Mei 2020 - Untuk Blogger

Apa Itu Physical Distancing dan Kenapa Kita Harus Menerapkannya?

  Apa Itu Physical Distancing dan Kenapa Kita Harus Menerapkannya?

Sejak virus corona muncul pada akhir Desember tahun lalu, kita sering mendengar berbagai istilah baru terkait dengan hal ini. Kita mengenal istilah pandemi, epidemi, swab test, rapid test, dan juga physical distancing atau sebelumnya disebut dengan social distancing. Kali ini, kita akan membahas mengenai apa itu physical distancing dan kenapa kita harus menerapkannya.

Apa Itu Physical Distancing?

Physical distancing, atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan menjaga jarak fisik, merupakan salah satu himbauan yang dikeluarkan pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona dengan cara menjaga jarak fisik antara orang yang satu dengan orang lainnya. Jarak yang dianjurkan adalah sejauh 2 meter.

Anda perlu menerapkan himbauan ini ketika berada di tempat umum dan juga saat berada di rumah. Hal ini demi menjaga terkena droplet dari orang lain yang mungkin saja adalah orang yang positif Covid-19, baik melalui rapid test maupun swab test.

Kenapa Harus Menerapkan Physical Distancing?

Covid-19 menular melalui cairan droplet dari orang yang positif corona. Ketika Anda tidak menjaga jarak fisik dengan orang lain, Anda akan terkena droplet yang dikeluarkan ketika mereka bersin, batuk, bahkan juga ketika berbicara. Dengan menjaga jarak fisik sejauh 2 meter, Anda bisa terhindar dari kemungkinan terkena droplet ini.

Selain itu, virus corona juga mampu bertahan di permukaan benda-benda tertentu. Bukan hanya hitungan jam, namun juga hitungan hari. Demi mencegah tertular virus corona , baik dari droplet maupun dari permukaan benda, Anda disarankan untuk mematuhi himbauan physical distancing ini.

Yang Harus Dilakukan Selama Physical Distancing

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, physical distancing merupakan salah satu cara menekan penyebaran virus corona. Pemerintah sudah memberikan fasilitas berupa swab test, rapid test, dan tes molekuler untuk melacak orang-orang yang positif corona. Tugas Anda adalah menjalankan himbauan dari pemerintah agar penyebaran virus ini bisa ditekan.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mematuhi physical distancing? Selain menjaga jarak sejauh 2 meter dengan orang lain, berikut beberapa hal lainnya yang bisa Anda lakukan:

  1. Tidak keluar rumah kecuali untuk hal yang penting
  2. Menghindari berjabat tangan dengan orang lain
  3. Melakukan aktivitas dari rumah, seperti bekerja, belajar, dan olahraga
  4. Memanfaatkan teknologi untuk urusan bisnis dan silaturahmi
  5. Menghindari kerumunan dan keramaian
  6. Tidak mudik ke kampung halaman
  7. Belanja secara online
Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mematuhi himbauan physical distancing. Seperti yang kita tahu, beberapa negara tidak hanya melakukan rapid test atau swab test secara masal, namun memberlakukan lockdown atau karantina wilayah secara total. Hal ini demi memastikan masyarakat mematuhi anjuran untuk tetap berada di rumah dan tidak berkerumun.

Berkat dengan perkembangan teknologi, melakukan kegiatan dari rumah semakin mudah. Tidak hanya bekerja, belajar, dan belanja yang bisa dilakukan secara online, Anda juga bisa konsultasi dokter secara online melalui aplikasi Halodoc.

Halodoc merupakan platform kesehatan digital yang memungkinkan Anda mendapatkan pelayanan kesehatan secara online. Jadi, aplikasi ini sangat mendukung Anda untuk berkegiatan di rumah saja. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli secara online tanpa harus ke rumah sakit. Apalagi jika mengingat rumah sakit menjadi salah satu tempat dengan resiko tinggi selama pandemi ini.

Selain melakukan konsultasi dengan dokter, Anda juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk Tes Risiko Covid-19. Tes ini nantinya akan menunjukkan seberapa tinggi risiko Anda tertular virus ini. Tes risiko ini bisa dilakukan oleh siapapun dan tanpa dipungut biaya.


Notification
eitss mau kemana...
Done